Survei KPAI: Bu Guru, Siswa Minta Tugas Dikurangi Selama Belajar dari Rumah

Survei KPAI: Bu Guru, Siswa Minta Tugas Dikurangi Selama Belajar dari Rumah

Minggu, 17 Mei 2020

Profil-Biodata Susanto, Ketua KPAI yang Jadi Sorotan Publik ...

Belajardirumah.org -  Menjalani program belajar dari rumah selama beberapa pekan, siswa ternyata memiliki permintaan khusus. Apa itu?

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan survei terhadap 1.700 siswa atas evaluasi pengajaran jarak jauh (PJJ) selama wabah virus corona. Hasilnya kebanyakan siswa meminta agar tugas sekolah dikurangi.

"Upayakan satu hari satu tugas. Karena faktanya anak-anak kita memiliki lebih dari satu tugas," kata Ketua KPAI pusat Susanto dalam diskusi online 'Optimalisasi Pendidikan di Media Penyiaran', Kamis (14/5/2020).

Susanto menyarankan agar sebaiknya management pembelajaran perlu diperbaiki. Apalagi Kemendikbud belum memaspastikan apakah Juli kegiatan sekolah bisa kembali normal.

Hasil survei selanjutnya, Susanto mengatakan bahwa siswa meminta agar batas waktu pengumpulan tugas jangan terlalu cepat. Juga mereka ingin agar guru memberikan penjelasan secara online bukan hanya monoton memberi tugas.

"Usulan anak juga, guru memberikan informasi tentang Covid dan diskusikan dua arah," tambahnya.

Akibat PJJ, murid meminta agar jaringan internet digratiskan karena proses belajar dari rumah berbasis daring menghabiskan kuota besar.

"Anak-anak sangat terasa terutama yang berasal dari keluarga menengah ke bawah. PJJ ini tidak semua ramah anak," ucapnya.

Susanto menambahkan, meski saat ini, Kemendikbud kembali mengaktifkan pembelajaran berbasis penyiaran melalui TVRI, perlu dipikirkan agar ada pendidikan berbasis penyiaran.

Ia menjelaskan pembelajaran yang dilakukan TVRI konteksnya merupakan sekolah. Sedangkan pendidikan lebih mengajarkan hal-hal umum kepada anak, hal itu menjadi tanggungjawab televisi swasta.

"Kalau kemudian harapan kita bukan hanya pembelajaran berbasis penyiaran tapi juga pendidikan berbasis penyiaran, tentu memang siaran non pelajaran yang didesain Kemendikbud melalui TVRI berarti tanggunjawab TV swasta harus semakin kreatif dan inovatif," kata Susanto.