Mulai 31 Agustus 2020, Daerah Ini Masuk Sekolah Dengan KBM Tatap Muka Disekolah (TK PAUD SD SMP SMA Harus Bersiap) -->

Mulai 31 Agustus 2020, Daerah Ini Masuk Sekolah Dengan KBM Tatap Muka Disekolah (TK PAUD SD SMP SMA Harus Bersiap)

Jumat, 12 Juni 2020

2 Siswa Saudara Kandung Kena Corona di Hari Pertama Masuk Sekolah ...

Belajardirumah.org -  Wali Kota Bandarlampung Herman HN mengemukakan bahwa proses kegiatan belajar mengajar (KBM) pada jenjang SMP, SD, TK dan Paud bisa dimulai pada 31 Agustus 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Ia juga mengisyaratkan KBM akan dilaksanakan secara tatap muka di sekolah.

"Anak-anak mulai masuk sekolah 31 Agustus 2020, saya sudah buat surat edarannya dan sudah ditandatangani," kata Herman HN di Bandarlampung, Kamis (11/6).

Ia meminta kepada pihak sekolah dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka harus menyiapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19 di dunia pendidikan.

"Namun, kita juga tetap memperhatikan perkembangan Covid-19 jika memang kondisinya aman pada tanggal itu bisa dilangsungkan pembelajaran tatap muka," tuturnya.

Herman mengatakan, yang harus disiapkan oleh sekolah adalah tempat penurunan dan penjemputan siswa, menghindari penumpukan (kerumunan), setiap sekolah harus ada tempat cuci tangan dengan air mengalir serta sabunnya, menyediakan cadangan masker dan lainnya sebagainya yang berkaitan dengan protokol kesehatan.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Bandarlampung dr Murdoyo Spa, mengaku pihaknya kurang setuju jika sekolah tatap muka dilakukan dalam waktu dekat. Sebab, kasus Covid-19 di Indonesia secara umum dan Lampung khususnya masih terus bertambah.

"Kalau kami menyarankan Pemkot dapat menerapkan sekolah secara langsung di bulan Desember kemungkinan aman dan kasusnya menurun, kalau dalam waktu dekat ini kita masih sangsi, sebab kasus juga masih meningkat begitu pula dengan di Lampung," kata dia.

Murdoyo mengingatkan pemerintah jangan pernah coba-coba membuka sekolah. Sebab, saat ini kasus Covid-19 di Indonesia masih terus mengalami peningkatan, apalagi terakhir orang yang terkonfirmasi mencapai angka seribu lebih.

"Anak-anak ini kan rentan jadi jangan pernah mencoba-coba baiknya kita tetap menunggu hingga Desember sembari melihat situasinya ," ujarnya. (Sumber : republika )