PENJELASAN RESMI Mendikbud Nadiem Makarim Soal Kapan Masuk Sekolah -->

PENJELASAN RESMI Mendikbud Nadiem Makarim Soal Kapan Masuk Sekolah

Minggu, 07 Juni 2020

Nadiem Makarim Perjuangkan Kemerdekaan Belajar

Belajardirumah.org -  Menteri Nadiem Anwar Makarim dengan tegas membantah soal informasi yang beredar bahwa tahun ajaran baru akan dimulai 15 Juni 2020 mendatang.

Menyikapi banyaknya kabar hoaks perihal kapan waktu masuk sekolah, Mendikbud Nadiem Makarim pun memberikan penjelasan resmi.

Namun hingga Senin (25/5/2020), Kementerian Pendidikan Nasional yang dipimpin Nadiem Makarim belum punya kepastian jadwal.

Kewenangan kapan masuk sekolah ternyata bukan kewenangan mutlak Nadiem Makarim.

Menteri Nadiem Anwar Makarim dengan tegas membantah soal informasi yang beredar bahwa tahun ajaran baru akan dimulai 15 Juni 2020 mendatang.

"Mohon menunggu dan saya belum bisa memberikan statement apapun untuk keputusan itu. Karena dipusatkan di gugus tugas. Mohon kesabaran. Kalau ada hoax-hoax dan apa sampai akhir tahun, itu tidak benar," kata Nadiem saat melakukan rapat kerja virtual dengan Komisi X DPR RI Jumat (22/5/2020).

Jadi ayah-bunda, perlu bersabar menunggu info resmi dari pemerintah.

3 Skenario

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) mempersiapkan sejumlah skenario dimulainya pembelajaran di sekolah Tahun Ajaran baru 2020-2021,

Kemungkinan terburuk baru bisa dimulai Januari tahun depan, tahun 2021.

Ada tiga skenario waktu yang disiapkan. Yaitu, sekolah dimulai Juli atau Agustus dan Desember atau Januari 2021.

Dikutip dari laman Kemenko PMK, sedikitnya ada tiga skenario yang telah disiapkan.

Seperti yang dikatakan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Sartono dalam rapat koordinasi dalam rapat koordinasi Kemenko PMK membahas Persiapan Masuk Kembali ke Sekolah melalui telekonferensi di Jakarta, Jumat (1/5/2020).

Skenario pertama adalah skenario optimis yakni sekolah dibuka kembali akhir bulan Juli atau pertengahan Agustus.

Skenario kedua adalah pesemis apabila Covid-19 berakhir diakhir 2020, yakni menggunakan pembelajaran daring dengan fokus kepada daerah yang tidak mendapatkan akses listrik dan internet.

Sehingga mendapatkan hak pembelajaran dan dilakukan evaluasi jangkauan TVRI apakah bisa menjangkau sekolah yang tidak memiliki listrik.

Skenario ketiga yaitu apakah dimungkinkan mengubah awal tahun pembelajaran baru di bulan Januari 2021.

"Laporan Bapak Menko (Muhadjir Effendy) kepada Bapak Presiden adalah pembelajaran pada semester ini belum dapat dibuka kembali," ungkap Agus. (Sumber : Tribunnews )