TULISAN Tangan Dokter Sulit Dibaca, Ternyata Begini Penjelasannya -->

TULISAN Tangan Dokter Sulit Dibaca, Ternyata Begini Penjelasannya

Minggu, 14 Juni 2020

TULISAN Tangan Dokter Sulit Dibaca, Ternyata Begini Penjelasannya

Belajardirumah.org -  Biar orangnya ganteng atau cantik, mengapa tulisan tangan para dokter selalu jelek bahkan sampai sulit dibaca? Sekian lama pertanyaan ini jadi teka-teki, akhirnya kini terungkap jawabannya ....

Faktanya memang begitu. Para dokter biasanya memiliki tulisan yang sulit dibaca. Bahan sering dianggap mirip cekeran ayam. Ternyata ini alasan dibalik tersebut.

Sebagian besar pasien selalu mencoba membaca tulisan resep yang diberikan oleh dokter.
Namun permasalahannya, tulisan tangan dari dokter kerap kali sulit untuk dibaca.

Bahkan berkali-kali mencoba untuk membaca tulisan tangan itu, pasien tetap merasa kebingungan.

Kalimat latin yang nampak jelas di huruf awalannya saja dan terkesan seperti tanda tangan terkadang hanya bisa dibaca oleh apoteker.

Rupanya, tak semua dokter memiliki tulisan yang buruk sejak lama.

Kebanyakan dari mereka memiliki tulisan buruk seiring waktu dalam perjalanan karier sebagai dokter.

Ternyata banyak alasan yang mendasari mengapa dokter memiliki tulisan yang sulit dibaca.

Salah satunya adalah saat para dokter menjalani pendidikan.

Dalam pendidikan di bangku kuliah kedokteran, banyak catatan yang harus mereka tulis untuk menunjang kariernya kelak.

Lantas, seperti apa alasan-alasan lain yang membuat tulisan tangan seorang dokter sulit dibaca?

Berikut TribunStyle.com rangkum 5 alasan tulisan tangan dokter sulit dibaca, dilansir dari berbagai sumber diantaranya:

1. Banyak Catatan

Saat masih menjadi mahasiswa kedokteran, mereka disibukkan dengan berbagai praktikum dan diharuskan memiliki kecepatan ekstra dalam menuliskan catatan.

Oleh sebab itu, tulisan para dokter yang kerap terlihat seperti diseret ini menjadi sulit dibaca.

2. Catat riwayat setiap pasien

Saat menjalankan tugasnya, dokter kerap disuguhkan dengan banyaknya pasien di waktu yang singkat.

Dilansir dari Kompas.com, Celine Thum, seorang direktur medis di ParaDocs Worldwide menuturkan bila semua yang berhubungan dengan dunia medis harus didokumentasikan.

Maksudnya adalah, ketika sedang menangani pasien, dokter harus mencatat berbagai detail keluhan untuk dijadikan bukti riwayat kesehatan.

3. Terburu-buru

Mirip dengan poin kedua, dalam poin ini dokter kerap kali terburu-buru dalam menangani pasien.

Jumlah pasien yang membludak membuat para dokter harus sigap dan tepat saat menangani pasien satu sama lain.

"Jika Anda benar-benar menulis selama 10 hingga 12 jam sehari dengan tangan, tangan Anda tidak akan bisa melakukannya," kata Ruth Brocato, dokter perawatan medis.

Jika dokter punya banyak waktu untuk dihabiskan bersama setiap pasien, mereka mungkin melambat dan memberi tangan mereka istirahat.

Tetapi kenyataannya adalah, sebagian besar dokter bergegas dari satu pasien ke pasien lain karena ada begitu banyak untuk hadir.

Dengan waktu yang begitu sedikit, dokter hanya peduli dengan mencatat semua informasi, daripada menyempurnakan tulisan mereka.

4. Istilah medis sulit ditulis tangan

Mengutip Kompas.com, ada banyak istilah medis yang sulit ditulis secara rinci.

Menurut Celine Thum, istilah medis yang sulit ditulis misalnya adalah "epidimitis", apabila dengan bantuan komputer aka ada bantuan dari fitur koreksi untuk membenarkan kesalahan huruf.

Dokter bisa saja menuliskan kata tersebut dengan jelas.

Namun hal itu akan memakan banyak waktu karena begitu banyak istilah yang harus diingat.

Terlebih beberapa istilah lain misalnya adalah QD yang dalam frasa latin bermakna "satu hari" dan TID yang berarti "tiga hari".

Kendati demikian, para apoteker akan mengetahui apa yang dimaksud oleh dokter meskipun tulisannya sulit untuk dibaca.

5. Dokter segera beralih ke resep elektronik

Beberapa kesalahan kecil dapat terjadi lantaran tulisan yang sulit dibaca.

Misalnya seperti mengubah arti mg dan mcg yang akan menjadi kesalahan fatal.

Untuk itu, kini para dokter mulai beralih menuliskan catatan dan resep dengan bantuan komputer.

Hal itu dilakukan demi mengurangi kesalahan dan lebih praktis.