Karena Minimnya Fasilitas Belajar Daring, Guru Ini Menerapkan Model Pembelajaran Guling

Karena Minimnya Fasilitas Belajar Daring, Guru Ini Menerapkan Model Pembelajaran Guling

Minggu, 19 Juli 2020

Karena Minimnya Fasilitas Belajar Daring, Guru Ini Menerapkan Model Pembelajaran Guling

Belajardirumah.org -  SDN 2 Sindangherang yang beralamat di Dusun Warudoyong Desa Sindangherang Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis menerapkan alternatif sistem pembelajaran Guru Keliling (Guling) atau Mobile Teacher. Sistem Guling dimulai sejak 13 Juli sampai dengan 3 Agustus 2020. 

Guru SDN 2 Sindangherang Ciamis Irma Hizriani SPd mengatakan, sejak adanya pandemi Covid-19 SDN 2 Sindangherang menerapkan sistem pembelajaran daring sesuai arahan pemerintah. Namun pelaksanaannya terkendala dengan keterbatasan fasilitas peserta didik. 

“Sistem pembelajaran daring membutuhkan fasilitas smartphone, pulsa atau kuota dan jaringan. Sayangnya, banyak siswa kami yang tinggal di pelosok, mereka kesulitan jaringan internet bahkan tidak memiliki HP,” kata guru kelas 2 ini. Makanya, kata ia, sejak pandemi tersebut guru rutin mengadakan home visit dengan jemput bola ke rumah siswa. 

“Nah di tahun ajaran baru ini, SDN 2 Sindangherang menerapkan sistem pembelajaran Guru Keliling alias Guling,” ujarnya. 

Melalui sistem Guling ini, sambungnya, ia pun mengunjungi siswa untuk melaksanakan proses pembelajaran di tempat tinggal siswa atau lokasi lain yang telah disepakati. “Siswa yang tempat tinggalnya berdekatan dibentuk kelompok. Satu kelompok maksimal 10 orang. 

Lalu, saya pun datang mengajar ke kelompok tersebut,” katanya. Adapun lokasi pembelajaran ditentukan berdasarkan kesepakatan antara guru, siswa dan orang tua siswa. “Apabila di tempat tinggal siswa tidak memungkinkan dilaksanakan proses pembelajaran, kita bisa memilih lokasi lain atas seizin yang mempunyai tempat,” ujarnya. 

Irma mengatakan, ia pun membuat jadwal kunjungan kepada kelompok siswa. “Saya mengunjungi lokasi pembelajaran sesuai jadwal yang telah ditentukan. Setiap kelompok dikunjungi selama seminggu sekali,” katanya. 

Irma mengatakan, pembelajaran dengan metode Guling ini lebih bermakna dalam suasana kekeluargaan. Waktu belajar pun lebih fleksible menyesuaikan dengan kesiapan guru dan peserta didik. Orang tua pun bisa memantau perkembangan belajar anaknya. 

“Selain itu, sistem Guling sangat cocok diterapkan di sekolah daerah karena peserta didik tidak diharuskan memiliki gadget dan tidak membutuhkan jaringan internet,” katanya. 

Yang tak kalah penting, sambungnya, dalam pelaksanaan pembelajaran guru dan siswa memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. “Saat pembelajaran siswa dan guru wajib memakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak,” pungkasnya.

Sumber: radartasikmalaya.com

close