Kemendikbud Pastikan Tak akan Permanenkan Pembelajaran Jarak Jauh, Nadiem: Tatap Muka yang Terbaik

Kemendikbud Pastikan Tak akan Permanenkan Pembelajaran Jarak Jauh, Nadiem: Tatap Muka yang Terbaik

Selasa, 14 Juli 2020

Mas Menteri' Nadiem Makarim dan Harapan Para Orang Tua Didik

Belajardirumah.org -  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, menegaskan kegiatan belajar mengajar siswa dengan cara tatap muka merupakan model pembelajaran terbaik. Model tersebut karenanya tidak bisa digantikan.

Kemendikbud memastikan tidak memiliki rencana mempermanenkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai satu-satunya model belajar mengajar di seluruh sekolah.

Menurut Nadiem, penjelasan ini sekaligus mengklarifikasi kesalahpahaman yang muncul di masyarakat terkait PJJ yang sebelumnya disebut akan dipermanenkan.

“Pembelajaran tatap muka masih yang terbaik dan tidak bisa diganti. Ke depan pembelajaran tatap muka akan semakin diperkuat dengan kombinasi pemanfaatan teknologi yang sudah diterapkan,” kata Nadiem Makarim dikutip Kontan.co.id pada Senin (13/7).

Menurut dia, banyak yang salah paham dengan informasi yang ia sampaikan beberapa waktu lalu terkait PJJ permanen. 

Nadiem menuturkan, tidak ada satupun pihak di Kemendikbud yang menginginkan pembelajaran jarak jauh.

Semua pemangku kebijakan tetap menghendaki siswa bisa segera kembali ke sekolah dan belajar secara tatap muka jika Covid-19 telah mereda.

Nadiem berharap, pihak sekolah dapat mengoptimalkan elemen-elemen teknologi seperti yang dipelajari di masa pandemi Covid-19 demi menunjang proses pembelajaran tatap muka.

“Interaksi guru dan murid akan menjadi lebih dinamis dengan dukungan teknologi. Bukan PJJ akan diimplementasikan selamanya saat Covid-19 sudah tidak ada lagi,” kata dia.

Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian juga menyatakan makna PJJ permanen yang disampaikan Mendikbud tidak berarti menghapus model tatap muka. 

“Yang Saya tangkap dari pernyataan tersebut adalah kita harus maksimalkan teknologi yang sudah dipelajari untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar,” ujar Hetifah.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini, Kemendikbud memang diminta menerapkan beberapa strategi untuk meningkatkan akses dunia pendidikan terhadap teknologi.

Di antaranya memastikan setiap satuan pendidikan memiliki infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi yang memadai untuk menghindari kesenjangan.

Hetifah menjelaskan, Kemendikbud telah menuangkan berbagai strategi itu dalam Rancangan Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035. 

Dalam peta jalan tersebut, Kemendikbud merancang kerjasama dengan provider dalam membuat paket subsidi internet.

Serta bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan PT PLN untuk menyediakan akses internet serta listrik yang merata untuk menunjang proses pembelajaran.

close