Nekat Gelar Kegiatan Belajar Di Sekolah, Kepala Sekolah Terancam Dipecat

Nekat Gelar Kegiatan Belajar Di Sekolah, Kepala Sekolah Terancam Dipecat

Kamis, 16 Juli 2020

Nekat Gelar Kegiatan Belajar Di Sekolah, Kepala Sekolah Terancam Dipecat

Belajardirumah.org -  Menyikapi sejumlah sekolah yang tidak mengindahkan surat edaran tentang penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan tahun ajaran 2020/2021 di Kabupaten Lombok Timur  pada massa pandemi Covid-19 dengan tetap mengelar belajar tatap muka di sekolah, pemerintah kabupaten lombok timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menyiapkan hukuman terhadap sekolah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudyaan Kabupaten Lombok Timur, Mohmmad Zainuddin mengatakan, Hukuman yang diberikan berupa teguran lisan, teguran tertulis, bahkan konsekuensinya terhadap jabatan, yaitu pemecatan terhadap Kepala Sekolah yang bersangkutan hingga  pemecatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ada sanksi bagi Kepala Sekolah yang tidak mematuhi surat edaran tersebut dengan memaksa belajar dengan tatap muka disekolah dimasa pandemi virus Covid-19, mulai teguran lisan, tertulis bahkan konsekuensinya pencopotan Kepala Sekolah hingga pemecatan sebagai ASN” Ungkapnya.

Dijelaskan Zainuddin,  pada tahun ajaran baru kali ini , kegiatan belajar mengajar tidak boleh dilaksanakan dengan tatap muka, tetapi tetap dengan kebijakan belajar dari rumah hingga bulan september 2020. Sedangkan untuk pengawasan kegiatan belajar dari rumah, guru akan diberikan jurnal yang wajib diisi dan laporkan.

“Jurnal tersebut nantinya sebagai persyaratan untuk  pembayaran tunjangan sertifikasi, kalau ternyata  dalam jurnal tersebut tidak ada tanda tangan wali murid sebagai bukti telah melakukan kegiatan pembelajaran  maka pembayaran tunjangan sertifikasi akan di tunda bahkan kita berhak melakukan blokir” tegasnya.

Lebih lanjut Zainuddin mengatakan, adanya sekolah yang melakukan kegiatan belajar disekolah, karena terlambat mendapatkan informasi, Selain itu surat edaran terkait dengan kegiatan belajar mengajar di masa pandemi covid-19 juga terlambat dikeluarkan.

“Ada sekitar 6 sekolah yang menggelar kegiatan belajar di sekolah, karena sekolah tersebut berada di wilayah terpencil sehingga terlambat mendapatkan informasi” Pungkasnya.(Rhl/Lotim)

close