Bunda, Begini Mekanisme Pemerintah Salurkan Subsidi Kuota Internet bagi Peserta Didik

Bunda, Begini Mekanisme Pemerintah Salurkan Subsidi Kuota Internet bagi Peserta Didik

Sabtu, 29 Agustus 2020

Umum - Nasional, Begini Mekanisme Pemerintah Salurkan Subsidi Kuota Internet bagi Peserta Didik, Kuota,Internet,pembelajaran jarak jauh (PJJ),Pendidikan

Belajardirumah.org -   Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memberikan subsidi atau bantuan kepada para pelajar dan guru berupa kuota pulsa gratis. Tidak hanya dari kalangan sekolah, Kemendikbud juga akan memberikan subsidi pulsa kepada mahasiswa dan dosen.

Rencananya, subsidi kuota internet itu akan diberikan selama empat bulan, mulai dari September hingga Desember 2020. Adapun rinciannya adalah siswa akan mendapat 35 GB/bulan, guru akan mendapat 42 GB/bulan, mahasiwa dan dosen akan mendapat 50 GB/bulan.

Lalu, bagaimana mekanisme penyaluran subsidi kuota internet yang dijanjikan oleh Kemendikbud? Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud, Jumeri, membeberkan sistematika pihaknya dalam pemberian dan pengawasan subsidi pulsa.

Jumeri menjelaskan, nantinya setiap peserta didik yang mempunyai nomor handphone (HP) akan di data oleh masing-masing sekolah. Jika sekolah sudah mempunyai daftar nomor calon penerima subsidi, pihak sekolah akan memasukkan nomor-nomor tersebut lewat aplikasi bernama Dakodip (Data Pokok Pendidikan).

“Nomor dicantumkan sesuai dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) siswa. Nanti kepala sekolah menandatangani pakta integritas yang menyatakan bahwa data yang dimaksukkan benar adanya. Lalu setelah selesai, diunggah ke Dakodip,” kata Jumeri dalam video konferensinya di akun YouTube Kemendikbud RI, Sabtu (29/8/2020).

Nantinya, kata Jumeri, pusat data dan teknologi Kemendikbud akan memilah-milah nomor dan operator atau provider. Penentuan provider akan disesuaikan dengan nomor yang dipakai oleh para siswa.

“Nanti dai setiap peserta didik yang tercantum di Dakodip ini, nomernya akan diambil sesuai dengan operator. Lalu disetorkan ke operator untuk diisi oleh operator pusat data. Itu kita batasi awal September selesai,” ujar dia.

 Jumeri mengimbau agar para siswa yang belum mempunyai nomor HP di tahap pertama pemberian subsidi pulsa untuk tidak perlu khawatir. Dia menjelaskan, bagi mereka yang belum terdaftar dapat diikutkan ke pemberian subsidi tahap berikutnya.

“Tidak akan ada yang ditingal,” tegasnya.

Jumeri membeberkan, pihaknya saat ini bekerjasama dengan beberapa provider seperti Telkomsel, Indosat, dan XL. “Nanti akan diberi jatah sesui dengan nomor yang dimiliki oleh anak-anak peserta didik,” pungkasnya.

Untuk pengawasan, dia menegaskan pihaknya akan melakukan protes apabila pihak operator tidak menjanjikan kecepatan internet sesuai dengan apa yang sudah dijanjikan. “Nanti akan kita lihat laporannya, kalau sampai lemot dalam akses internet, kita akan komplain ke provider itu,” jelas dia.