Kabar Buruk Mendikbud Nadiem Makarim, Guru dan Murid Positif Covid-19, Gegara Belajar Tatap Muka?

Kabar Buruk Mendikbud Nadiem Makarim, Guru dan Murid Positif Covid-19, Gegara Belajar Tatap Muka?

Jumat, 14 Agustus 2020

tribunnews

Belajardirumah.org -   Dinas Kesehatan Kalimantan Barat mengumumkan adanya 8 guru dan pelajar yang positif Covid-19. Temuan tersebut berdasarkan pemeriksaan swab terhadap guru dan rapid test kepada pelajar di sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson menyampaikan, dalam pemeriksaan tersebut ada 604 guru dan petugas sekolah, serta 495 pelajar yang diperiksa.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, terdapat 8 orang guru dan 14 pelajar yang dinyatakan positif Covid-19.

"Untuk murid dan guru positif ini, langsung kita isolasi. Di Kota Pontianak kita isolasi di rusunawa, sementara kabupaten lain juga begitu," ujar Harisson, Senin (10/8/2020).

Harisson menyebut, sebaran guru dan murid positif Covid-19 masing-masing berada di SMPN 1 Pontianak ada tiga orang guru, SMAN 2 Pontianak dua orang guru; SMAN 3 Pontianak ada dua guru dan satu pelajar.

Sementara, di SMAN 1 Ketapang ada enam orang murid, SMPN 1 Ketapang dua orang murid, SMPN 1 Sambas ada tiga murid, kemudian SMAN 1 Ngabang, Landak ada satu guru dan dua murid.

"Ini hasil pemeriksaan sementara. Kami akan terus lakukan pemeriksaan," tegas Harisson.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim telah mengeluarkan kebijakan sekolah-sekolah yang berada di zona hijau dan kuning diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka.

Sekolah di zona hijau telah diizinkan mengadakan pembelajaran tatap muka sejak dimulainya tahun ajaran baru 2020/2021 pada Juli 2020 lalu.

Sedangkan sekolah yang berada di zona kuning, baru diperbolehkan menggelar tatap muka sejak 7 Agusus 2020.

Harisson mengatakan, terhadap guru dan pelajar yang terinfeksi Covid-19 telah dilakukan tracing kontak erat dan tes swab terhadap keluarga dan teman-temannya.

"Setelah dilihat mereka tertular dari masyarakat sekitarnya," ungkap Harisson.

Sekolah Tatap Muka Ditunda

Menindaklanjuti temuan adanya guru dan pelajar yang positif Covid-19, Gubernur Kalbar Sutarmidji memastikan menunda pelaksanaan sekolah tatap muka.

"Saya mohon maaf untuk menunda dulu sekolah tatap muka sampai dipastikan tak ada guru dan murid yang positif," kata Gubernur Kalbar Sutarmidji di laman Facebook yang telah terkonfirmasi Kompas.com, Senin (10/8/2020).

Sutarmidji melanjutkan, ia telah memerintahkan Dinas Kesehatan Kalbar dan Dinas Kesehatan di kabupaten dan kota untuk terus melakukan tes swab kepada masyarakat.

"Saya minta daerah terus lakukan swab agar bisa dipetakan kawasan yang perlu waspada," ujar Sutarmidji.

3 Pelajar di Cilegon Positif Covid-19

Pemkot Cilegon menghentikan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah di Kota Cilegon setelah ditemukannya tiga siswa positif Covid-19. (Sumber : Tribunnews)