KEPSEK Tak Perlu Khawatir Lagi, Mendikbud Resmi Izinkan Dana BOS Dipakai Beli Kuota Internet Guru dan Siswa

KEPSEK Tak Perlu Khawatir Lagi, Mendikbud Resmi Izinkan Dana BOS Dipakai Beli Kuota Internet Guru dan Siswa

Minggu, 02 Agustus 2020

tribunnews

Belajardirumah.org -   Untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran dari rumah, akhirnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim melakukan penyesuaian terhadap kebijakan penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Kebijakan ini diambil sebagai akibat dari meningkatnya dampak penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).

Seperti yang diketahui, pemerintah telah menutup sekolah demi pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Bahkan hampir seluruh negara melakukannya demi keselamatan seluruh siswa dan guru. Tapi setelah beberapa bulan, ada beberapa negara yang membuka kembali sekolah.

Tentu saja, hasilnya buruk. Terjadi peningkatan kasus virus corona di area sekolah setelah sekolah dibuka kembali.

Kejadian ini terjadi di Hong Kong, Inggris, dan Korea Selatan. Akibatnya, sekolah kembali ditutup.

Di Indonesia sendiri, sempat ada pemberitahuan bahwa sekolah akan dibuka kembali pada Juli 2020.

Namun itu hanya berlaku di zona hijau atau daerah yang minum kasus Covid-19.

Hanya saja, semenjak kasus Covid-19 di Indonesia tembus 100.000 kasus, pemerintah tidak memperbolehkannya.

Akibatnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menggunakan cara lain.

Di mana dia memastikan penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) bisa dialihkan untuk pembiayaan kuota internet untuk guru dan peserta didik.

Nadiem mengatakan, penggunaan dana BOS untuk membeli kebutuhan kuota internet tersebut merupakan kebijakan yang diambil untuk merespons situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Nadiem meminta agar dana BOS itu bisa digunakan dengan sebaik mungkin.

"100 persen dana BOS diberikan fleksibilitas untuk membeli pulsa atau kuota internet untuk anak dan orangtuanya."

"Bisa itu, sudah kita bebaskan."

"Di masa darurat Covid ini boleh digunakan untuk pembelian pulsa guru, sekolah, dan orangtua untuk anak," ucap Nadiem, di Bogor, Kamis (30/7/2020).

Ia melihat, banyak keluhan dari para guru dan orangtua murid yang merasa sulit menyediakan kebutuhan kuota internet dalam proses kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi ini.

Ia menjelaskan, penggunaan dana BOS untuk kuota internet harus dikonsultasikan bersama guru dan kepala sekolah.

Nadiem menuturkan, kepala sekolah memiliki hak untuk mengalihkan penggunaan dana BOS demi kepentingan mendukung pembelajaran termasuk pembelian kuota internet.

"Ini kebebasan dengan kriteria (dana BOS) Kemendikbud. Ini diskresi untuk kepala sekolah," sebutnya.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke sejumlah sekolah di Kota Bogor, Nadiem banyak mendengar curhat dari para tenaga pengajar mengenai kendala dalam belajar daring.

Hal yang paling krusial dialami oleh guru dan peserta didik di Kota Bogor dalam menjalankan sistem PJJ adalah ketersediaan kuota internet dan jaringan.

Siswa Tak Punya Smartphone Belajar Sendiri di Kelas

Tak punya smartphone, siswa SMP ini rela datang ke sekolah dan belajar di kelas sendirian.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 yang belum mereda membuat pembelajaran di beberapa sekolah dilakukan secara daring atau online.

Para siswa melakukan kegiatan belajar dari rumah menggunakan smartphone (ponsel pintar).

Namun, hal itu tak bisa dirasakan oleh siswa kelas VII SMPN 1 Rembang, Jawa Tengah, Dimas Ibnu Alias. (Sumber : Tribunnews)