Masalah Baru Nadiem Makarim, Orangtua Calon Mahasiswa Protes Aturan Kampus Setelah Pengumuman SBMPTN

Masalah Baru Nadiem Makarim, Orangtua Calon Mahasiswa Protes Aturan Kampus Setelah Pengumuman SBMPTN

Sabtu, 15 Agustus 2020

tribunnews

Belajardirumah.org -   Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) hadapi masalah baru. Setelah pengumuman Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020, sejumlah orangtua calon mahasiswa mengeluhkan mekanisme seleksi mandiri.

Pasalnya, sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) mengumumkan hasil seleksi mandiri lebih dahulu sebelum pengumuman SBMPTN 2020.

Tak hanya itu, calon mahasiswa baru diminta lebih dulu menyelesaikan proses pembayaran di awal dan tidak dapat dikembalikan.

Dikutip dari Kompas.com, Ombudsman mendesak Mendikbud Nadiem Makarim memberi sanksi ke PTN yang mengambil kebijakan tersebut.

Anggota Ombudsman RI Ahmad Suaedy mengatakan, pengumuman hasil seleksi mandiri yang mendahului hasil SBMPTN itu mengakibatkan pembayaran uang kuliah harus dibayarkan di awal dan tidak dapat dikembalikan.

"Ombudsman memberikan saran kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI melakukan evaluasi dan memberikan sanksi tegas kepada PTN yang memanfaatkan proses seleksi masuk PTN seperti ini," kata Suaedy dalam siaran pers, Jumat (14/8/2020).

Suaedy menuturkan, Ombudsman menerima keluhan dari sejumlah orangtua yang keberatan jika uang kuliah yang telah dibayarkan pada hasil seleksi mandiri PTN tidak dapat dikembalikan ketika calon mahasiswa baru ternyata lolos jalur SBMPTN.

Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana hasil seleksi mandiri baru diumumkan setelah pengumuman hasil SBMPTN sehingga pembayaran dilakukan setelah hasil SBMPTN keluar.

"Dengan ini mereka tidak kehilangan uang muka yang telah dibayarkan untuk program mandiri, sedangkan sekarang uang itu hilang. Jumlahnya bisa puluhan dan ratusan juta," kata Suaedy.

Oleh sebab itu, Ombudsman RI meminta sejumlah PTN seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung dan beberapa PTN lainnya untuk membatalkan program pembayaran itu.

"Tidak mengambil kesempatan di masa pandemi Covid-19 ini untuk ekspoitasi rakyat," kata Suaedy menegaskan.

Ombudsman juga menyarankan agar biaya kuliah yang sudah dibayarkan pada hasil seleksi mandiri dapat dikembalikan oleh PTN jika calon mahasiswa baru tidak melanjutkan kuliahnya pada PTN dengan jalur seleksi mandiri/internasional dan memilih hasil SBMPTN.

534.767 Peserta Gagal SBMPTN 2020

Hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN 2020 akan diumumkan pukul 15.00 WIB, Jumat (14/8/2020) hari ini.

Peserta bisa mengakses hasil SBMPTN 2020 melalui laman http://pengumuman-sbmptn. ltmpt.ac.id.

Jumlah pendaftar SBMPTN 2020 mencapai 702.420 orang. Di mana 661.180 peserta hadir mengikuti UTBK dan sekira 41.240 orang tidak mengikuti ujian.

Ketua LTMPT, Prof Mohammand Nasih menyampaikan, dari jumlah peserta tersebut, ada 167.653 peserta yang dinyatakan lolos.

Jumlah peserta yang lolos SBMPTN 2020 terdiri dari 123. 099 orang adalah peserta reguler dan 44.554 orang adalah peserta KIP Kuliah.

Artinya ada sekitar 534.767 peserta gagal SBMPTN 2020. 

Prof Nasih menyebut, LTMPT hanya memberikan skor UTBK masing-masing peserta, sementara penentuan lolos tidaknya ada di tangan rektor masing-masing perguruan tinggi.

"Kami juga ingin menyampaikan ada beberapa peserta yang laporkan harus kita diskualifikasi karena tidak memenuhi persyaratan. Secara total ada 510 peserta yang didiskualifikasi,"katanya.

Prof Nasih merincikan, 218 peserta kena diskualifikasi karena pada pelaksanaan UTBK melanggar peraturan, seperti membawa ponsel.

Sementara 292 orang di antaranya didiskualifasi karena foto peserta yang tidak bisa teridentifikasi.

"Bagi peserta yang dinyatakan lolos harus mengikuti tahapan berikutnya sehingga dinyatakan sebagai mahasiswa di masing-masing perguruan tinggi,"tambahnya.

Lolos SBMPTN Belum Tentu Diterima di PTN

Peserta yang lolos Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) belum tentu bisa diterima Perguruan Tinggi (PT).

Pasalnya, masih terdapat persyaratan lain di luar hasil UTBK-SBMPTN supaya bisa lulus sampai PT.

Ketua Tim Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Mohammad Nasih mengatakan ada tahapan lain yang wajib diikuti oleh peserta untuk masuk perguruan tinggi negeri.

"Lulus seleksi SBMPTN harus mengikuti beberapa tahapan, baru bisa diterima di PTN. Jadi Lulus seleksi itu belum tentu akan masuk karena ada syarat yang harus diikuti," ujar Nasih dalam konferensi pers daring, Jumat (14/8/2020).

Setelah proses UTBK-SBMPTN, pihak perguruan tinggi negeri bakal melakukan verifikasi ulang.

Nasih mengatakan terdapat beberapa persyaratan lain yang harus dipenuhi calon mahasiswa untuk lolos perguruan tinggi negeri.

"Syarat yang harus diikuti misalnya buta warna dan lain-lain. Termasuk persyaratan yang dibutuhkan masing-masing PTN," ungkap Nasih.

Menurutnya, pengumuman UTBK-SBMPTN hanya untuk memberitahukan peserta lolos atau tidak.

Nilai UTBK baru akan diberikan pada Sabtu (15/8/2020) pukul 15.00 WIB.

Peserta yang lulus maupun tidak bisa mengunduh sertifikat UTBK mulai 15 Agustus pukul 15.00 WIB.

"Kami sudah siapkan host to host kawan-kawan PTN yang ingin manfaatkan nilai UTBK untuk seleksi lainnya," kata Nasih.

Nilai UTBK tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan seleksi masuk perguruan tinggi lainnya.

Terdapat beberapa perguruan tinggi yang mensyaratkan nilai UTBK dalam kebutuhan seleksi.

Seperti diketahui, LTMPT mengumumkan sebanyak 167.653 peserta lolos seleksi UTBK-SBMPTN.

Peserta yang lulus 167.653 orang. Kalau dipersentasikan jumlahnya 23,87 persen dari keikutsertaan peserta sebanyak 662.404.

Seleksi dilakukan untuk masuk ke 85 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia.

Jumlah peserta yang dinyatakan lulus tersebut merupakan hasil seleksi dari pendaftar UTBK-SBMPTN 2020 sebanyak 702.420 orang. (Sumber : Tribunnews)