ATURAN BARU Masuk Sekolah di Masa Pandemi dari Mendikbud Nadiem Makarim Untuk PAUD,SD,SMP & SMA, Simak Bunda ...

ATURAN BARU Masuk Sekolah di Masa Pandemi dari Mendikbud Nadiem Makarim Untuk PAUD,SD,SMP & SMA, Simak Bunda ...

Minggu, 06 September 2020

SERENTAK! 13 Juli 2020, PAUD/TK, SD, SMP dan SMA/SMK Sudah Mulai Masuk  Sekolah Tahun Ajaran Baru - Tribunnewsmaker.com

Belajardirumah.org -   Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengumumkan keputusan terbaru mengenai peraturan masuk sekolah di masa pandemi.

Prinsip dasarnya, kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 ini tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat umum.

Sehingga dilakukan penyesuaian pelaksanaan pembelajaran tergantung dengan daerah masing-masing.

"Pembelajaran tatap muka di sekolah di zona kuning dan hijau diperbolehkan, namun tidak diwajibkan," kata Nadiem belum lama ini.

Namun, ada keputusan berbeda menyangkut pembelajaran siswa SMK yang diperbolehkan untuk menggelar sekolah tatap muka untuk semua daerah.

Pembelajaran dengan metode lebih banyak praktik, menjadi alasan siswa SMK diperbolehkan menggelar tatap muka.

Namun sekali lagi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, serta akan dilakukan evaluasi ke depannya.

Sedangkan pembelajaran sekolah PAUD, baru boleh memulai pembelajaran tatap muka paling cepat dua bulan setelah jenjang pendidikan dasar dan menengah.

"Apabila terindikasi dalam kondisi tidak aman, terdapat kasus terkonfirmasi positif Covid-19, atau tingkat risiko daerah berubah menjadi oranye atau merah, satuan pendidikan wajib ditutup kembali," ungkap Nadiem menambahkan.

Untuk mendukung keputusan Menteri Nadiem, Mendagri meminta pemda mempersiapkan dana untuk menyiapkan protokol kesehatan yang dibutuhkan sekolah.

Tito mengatakan, pemerintah pusat telah mengalokasikan dukungan dan bantuan pada pemerintah daerah. Sehingga dana bantuan dapat disalurkan untuk untuk menyediakan sarana sanitasi, kebersihan, thermo gun, hingga masker.

"Saya meminta pemda untuk mengingatkan sekolah memastikan pengisian nomor handphone siswa di dapodik untuk menerima bantuan penyediaan kuota," kata Tito. (Sumber : Tribunnews)

close