Sekolah Daring Diperpanjang Hingga Akhir Oktober 2020

Sekolah Daring Diperpanjang Hingga Akhir Oktober 2020

Minggu, 13 September 2020

Belajar Online Diperpanjang Sampai Tangsel Masuk Zona Hijau

Belajardirumah.org -    Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memperpanjang kegiatan sekolah dari rumah secara daring hingga akhir Oktober 2020, Senin (24/8).  

Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN mengatakan bahwa pihaknya belum menerapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka, khususnya tingkat SD dan SMP. Melainkan, KBM masih dilakukan secara daring dari rumah masing-masing. 

"Seluruh sekolah negeri dan swasta, yaitu SD dan SMP belajar secara daring sampai 31 Oktober 2020," ujar Herman. 

KBM secara daring ini sudah dilaksanakan sejak pandemi COVID-19 merebak, yaitu pada awal April 2020 lalu. Terkait masih di tengah situasi pandemi COVID-19, dan transisi ke era adaptasi kebiasaan baru, Pemkot masih mempertimbangkan situasi ke depan untuk memulai KBM tatap muka. 

"Kita lihat lagi ke depannya, bagaimana situasi COVID-19 di Bandar Lampung. Jika masih belum membaik, mungkin akan kita perpanjang sampai Januari," kata Herman. 

Pada pelaksanaan KBM secara daring tersebut, Herman berharap semua siswa naik kelas pada tahun ajaran ini.  

"Saya minta kepada sekolah agar para guru memberikan pelajaran secara virtual. Siswanya harus naik kelas semua di tahun ajaran ini," ucap Herman. 

Sedangkan saat ditanya akankah ada stimulus bagi tenaga guru selama masa pandemi COVID-19, Wali Kota belum memikirkannya. "Untuk stimulus, kita belum memikirkan itu, kita masih fokus untuk penanganan pandemi COVID-19 dulu," pungkasnya. 

Sebelumnya, KBM tahun ajaran 2020/2021 secara daring di Kota Bandar Lampung telah diperpanjang  hingga akhir Agustus 2020, di tengah pandemi COVID-19 yang masih terjadi.  

Sementara dikutip dari data yang dirilis oleh Bappeda Provinsi Lampung tanggal 24 Agustus 2020, untuk situasi COVID-19 di Kota Bandar Lampung saat ini terdapat kasus konfimasi positif sebanyak 153 orang. Pasien yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 129 orang, dan kasus kematian konfimasi sebanyak 8 orang. (*)