CAIR November Ini ! Berikut Syarat Lengkap Karyawan Swasta Penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan Gelombang 2, Cek Nama Penerima DISINI

CAIR November Ini ! Berikut Syarat Lengkap Karyawan Swasta Penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan Gelombang 2, Cek Nama Penerima DISINI

Senin, 02 November 2020

Belajardirumah.org -    Mamasuki awal bulan November, Kemenaker menargetkan penyaluran BLT BPJS Ketenagakerjaan gelombang 2 akan dimulai pada minggu ini. Untuk itu, bagi karyawan swasta yang ingin dapat dana BLT ini, perhatikan syarat lengkap di artikel ini.


Dalam rangka menjaga daya ekonomi para karyawan, pemerintah menyalurkan bantuan berupa subsidi gaji/upah atau BSU yang ketentuan penerimanya telah diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 14 Tahun 2020.


Sebelumnya, Kemnaker telah menggelontorkan BLT BPJS Ketenagakerjaan pada gelombang 1 dengan realisasi penyaluran mencapai 12.192.927 pekerja atau setara dengan 98,30 persen.


Penyaluran bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah atau BSU ini disalurkan selama empat bulan, dengan dibagi menjadi dua termin, termin pertama telah disalurkan subsidi gaji sebanyak Rp1,2 juta untuk dua bulan.


Sementara untuk termin kedua juga akan ditransfer subsidi gaji sebanyak Rp1,2 juta untuk dua bulan dengan rentang waktu November-Desember.


Maka, dana BLT BPJS Ketenagakerjaan gelombang 2 yang akan diterima oleh para karyawan tersebut yakni sebesar Rp600 ribu per bulan.


“Besarnya Rp600 ribu setiap bulan selama empat bulan, pada termin pertama sudah kita salurkan, dan termin kedua akan kita salurkan pada awal November 2020,” kata Menaker Ida.


Menaker mengatakan, penyaluran BLT BPJS Ketenagakerjaan gelombang 2 akan menyasar sebanyak 12,4 juta karyawan swasta.


Apabila karyawan swasta ingin mendapatkan dana BLT ini, maka harus memenuhi persyaratan sebagaimana telah diatur dalam Permenaker Nomor 14 Tahun 2020, yakni:


  1. Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan
  2. Terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan
  3. Peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah dibawah Rp.5.000.000,00 (lima juta rupiah) sesuai upah yang di laporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan
  4. Pekerja/Buruh penerima Upah
  5. Memiliki rekening bank yang aktif
  6. eserta yang terdaftar sebagai peserta aktif di BPJS Ketenagakerjaan dengan bulan Juni 2020
  7. Bukan seorang pejabat negara ASN, POLRI, TNI, pegawai BUMN/BUMD


Setelah pembayaran termin pertama selesai disalurkan, Kemnaker akan kembali memproses pembayaran BLT BPJS Ketenagakerjaan pada termin 2. 


Berikut beberapa metode untuk cek kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan, dikutip dari Kontan.id:


1. Via website


Cara cek status kepesertaan dan saldo bisa dilakukan melalui laman sso.bpjsketenagakerjaan.go.id.


Apabila belum terdaftar di laman tersebut, bisa melakukan registrasi dengan cara:


- Masuk ke laman https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id


- Pilih menu registrasi.


- Kemudian isi formulir sesuai dengan data:


  • Nomor KPJ Aktif
  • Nama
  • Tanggal lahir
  • Nomor e-KTP
  • Nama ibu kandung
  • Nomor ponsel dan email.


Apabila berhasil, kamu akan mendapatkan PIN yang akan dikirim melalui email dan SMS dari nomor ponsel yang didaftarkan.