KURIKULUM Diubah ! Mendikbud : Kami Akan Berikan Kemerdekaan Bagi Guru, Simak Penjelasannya

KURIKULUM Diubah ! Mendikbud : Kami Akan Berikan Kemerdekaan Bagi Guru, Simak Penjelasannya

Minggu, 08 November 2020

Belajardirumah.org -    Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim sampaikan perubahan kurikulum yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yakni kemerdekaan pada guru-guru dalam mengajar, ini disampaikannya saat melakukan diskusi bersama gur-guru di SDN 15 Kota Palu, Pada Kamis 5 November 2020.


Ini sederhana, tapi luar biasa. Kami akan memberikan kemerdekaan bagi guru.


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sendiri telah mencanangkan reformasi sistem pendidikan di Indonesia melalui kebijakan Merdeka Belajar yang bertujuan untuk menggali kemampuan terbesar dari guru serta murid dan juga meningkatkan kualitas belajar mandiri.


"Ini sederhana, tapi luar biasa. Kami akan memberikan kemerdekaan bagi guru. Guru kita berikan diagnostik lewat online. Berdasarkan itu, di dalam kelasnya guru akan tahu siswa saya di level mana? Literasinya, numerasinya di level mana? Dan guru diberikan kemerdekaan untuk mencocokan level kurikulum yang setara dengan level anaknya," ucapnya.


Menurut Nadiem saat ini semua murid di Indonesia diberikan level kurikulum yang sama tanpa memperhatikan kemampuan kompetensi anak.


“Jakarta, Yogya, Papua, Palu, semuanya sama. Tidak bisa. Itu namanya bukan belajar. Belajar itu namanya guru-guru itu boleh mundur kalau dia mau, boleh maju kalau dia mau, dan bukan berdasarkan umur, berdasarkan level kompetensi anaknya. Semua anak berbeda,” jelas Nadiem.


Oleh karena itu, pemerintah melalui Merdeka Belajar berikan kebebasan kepada guru untuk dapat memilih penyampaian kurikulum atau cara mengajar.


“Saya mau turun dulu, saya mau cepet, saya mau setengah, saya lebih cepet. Silahkan. Ini akan menjadi perubahan fundamental mengenai kurikulum kita,” ucapnya.


Menurut Nadiem penyederhanaan standar pencapaian juga akan terjadi namun yang lebih penting adalah kebebasan guru untuk memilih.


“Saya lebih tepatnya dimana nih, anak saya cocok disini, saya mau level ini. Mungkin bahasa Indonesianya agak lebih maju tapi mungkin matematikanya agak lebih rendah. (Yang) harus dipastikan kebebasan itu terjadi,” ujar Nadiem.


Sementara itu, Ansyar Sutiadi selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu juga berjanji akan tingkatkan kapasitas guru-guru di wilayahnya, dirinya juga memuji program ini.


“Program Guru Penggerak ini sangat luar biasa. Melalui program ini dapat menguatkan kapasitas guru dan kepala sekolah ke depan sehingga standarisasi internasional pendidikan di Indonesia bisa terlaksana,” ucap Ansyar Sutiadi.


Demikian berita yang dapat belajardirumah.org berikan mengenai Perubahan Kurikulum yang dilakukan mendikbud untuk kemerdekaan guru-guru, Semoga ada manfaatnya untuk kita semua.***