APA BLT BPJS Ketenagakerjaan Lanjut Tahun 2021? Begini Penjelasan Menaker Ida Fauziyah

APA BLT BPJS Ketenagakerjaan Lanjut Tahun 2021? Begini Penjelasan Menaker Ida Fauziyah

Sabtu, 19 Desember 2020

Belajardirumah.org - Sekedar informasi untuk rekan-rekan pekerja semua, Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi gaji/upah BSU bagi pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan belum menemui titik terang apakah akan lanjut sampai 2021 atau tidak.


Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, untuk kelanjutan BLT BPJS Ketenagakerjaan pada 2021 mendatang masih dalam pembahasan.


Kemnaker dengan Komite Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menganggap program BLT subsidi gaji/upah pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah program yang baik untuk dimunculkan di 2021.


Oleh karena itu Menaker Ida Fauziyah bersama Komite PEN sedang mempersiapkan bersama mengenai desain kebijakannya bersama-sama.


"Lebih lanjut terkait kebijakan BSU di tahun 2021, saat ini masih dalam tahap diskusi pembahasan di tingkat Komite PEN. Kemnaker tentu siap mendukung program yang sangat baik ini kembali muncul tahun depan. Kita persiapkan desain kebijakannya bersama-sama," lugasnya sebagaimana dalam laman resmi Kemnaker.


Diketahui, Program bantuan subsidi gaji/upah telah dimulai sejak Agustus 2020 dengan target 15,7 juta pekerja/buruh.


Namun setelah dilakukan verifikasi serta validasi data yang diserahkan oleh BPJS Ketenagakerjaan ke Kemnaker, maka hanya 12,4 juta pekerja/buruh yang dinyatakan berhak menerima bantuan tunai dari pemerintah.


"Oleh sebab itu, anggaran kami kembalikan kepada Bendahara Negara dan dimanfaatkan bagi Subsidi gaji guru honorer melalui masing-masing instansi yakni Kemendikbud maupun Kemenag," ujar dia.


Bila dilihat profil penerimanya, rata-rata memiliki gaji di kisaran Rp3 juta. Penerima bantuan subsidi gaji/upah berdasarkan provinsi yang paling banyak antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Utara.


Sementara itu, data juga menunjukkan sebanyak 413.649 perusahaan, pegawainya menerima bantuan subsidi gaji/upah.


"Total bantuan yang diberikan kepada masing-masing pekerja adalah Rp 600.000 selama empat bulan atau total sebesar Rp 2,4 juta. Diserahkan melalui dua gelombang/termin, dimana setiap termin sebesar Rp 1,2 juta. Termin pertama diserahkan pada periode September-Oktober 2020, sedangkan termin II pada periode November-Desember 2020, yang mana penyaluran termin II saat ini masih berjalan," tuturnya.


Menaker Ida berharap, dengan adanya bantuan subsidi gaji/upah maupun keseluruhan program pemulihan ekonomi yang masih berlangsung hingga saat ini, dapat mendorong roda pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2020, keluar dari zona resesi. ***