ALHAMDULILLAH SAH! Bansos BLT 2021 Disalurkan Secara Bertahap, Presiden Jokowi: Tidak Ada Potongan Apapun -->

ALHAMDULILLAH SAH! Bansos BLT 2021 Disalurkan Secara Bertahap, Presiden Jokowi: Tidak Ada Potongan Apapun

Selasa, 05 Januari 2021

Belajardirumah.org -  Presiden Jokowi umumkan bansos dalam bentuk tunai (BLT) kembali disalurkan secara bertahap selama tahun 2021, masyarakat diingatkan bahwa tidak ada potongan apapun.


Presiden Jokowi meminta agar seluruh masyarakat penerima bantuan tunai mengetahui secara detail bahwa tidak ada potongan sama sekali dalam penyaluran bantuan tersebut.


"Yang dulu diberikan dalam bentuk sembako, terutama untuk Jabodetabek sudah kita putuskan sekarang tunai lewat pos atau lewat bank," ujar Joko Widodo dalam siaran pers di Instana Negara, Dikutip FIX INDONESIA dari laman berita Antara, Rabu 30 Desember 2020.


Program bansos tunai ini sudah termasuk dalam pembahasan bersama para Kabinet Indonesia Maju dala upaya melanjutkan dan mempersiapkan Bansos tahun 2021. Bansos tunai ini sudah mulai dikucurkan pada Senin, 4 Januari 2021.


"Jadi jangan sampai mundur bulan Januari harus sudah bisa dimulai karena ini menyangkut daya ungkit ekonomi, menyangkut daya beli masyarkaat konsumsi rumah tangga yang kita ingin bisa menggerakkan 'demand' atau permintaan," tegas Presiden RI.


Jokowi juga ingatkan para kabinet agar penerima bansos harus tepat sasaran, terutama terkait data. Kabinet juga perlu bekoordinasi dengan pemda agar dapat terlasurkan secara merata.


"Ini sudah saya ulang-ulang, jangan sampai ada potongan-potongan apapun seperti kejadian di bansos Jabodetabek. Betul-betul kirim ke rekening penerima manfaat. Jadi proses digitalisasi data bansos yang diintegrasikan dengan 'banking system' saya kira itu yang kita inginkan," pungkasnya.


Lembaga-lembaga penyalur bantuan seperti bank-bank milik pemerintah yang tergabung dalam Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) dan juga PT Pos Indonesia, kata Presiden, akan mengirimkan bantuan tunai ini ke masyarakat tanpa ada potongan apapun.


Mulai Senin 4 Januari 2021, Presiden meluncurkan bantuan bagi masyarakat se-Indonesia melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako dan Bantuan Sosial Tunai.


Bantuan PKH akan disalurkan melalui empat tahap melalui perbankan anggota Himbara.


Kemudian ada, bantuan program sembako atau BNPT akan dikirimkan dari Januari sampai Desember 2021 sebesar Rp200 ribu per Kepala Keluarga per bulan.


Kemudian, bantuan sosial tunai diberikan selama empat bulan yakni Januari, Februari, Maret dan April 2021 senilai Rp300 ribu per Kepala Keluarga per bulan.


Pemerintah Indonesia akan anggarkan sebanyak Rp 110 Triliun dalam APBN untuk melanjutkan program bansos di tahun 2021.


Dari sejumlah anggaran itu, dia memerinci, sebanyak Rp45,1 triliun disiapkan untuk program kartu sembako yang akan disalurkan kepada 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM), masing-masing Rp200.000 per bulan.


Kemudian untuk Program Keluarga Harapan, pemerintah menyiapkan Rp28,7 triliun untuk 10 juta KPM selama empat triwulan. Selanjutnya, untuk bansos tunai pemerintah menyiapkan Rp12 triliun bagi 10 juta KPM, masing-masing Rp300.000 selama empat bulan.


Selanjutnya Program Kartu Prakerja Rp10 triliun, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa Rp14,4 triliun serta ditambah dengan diskon listrik selama enam bulan ini Rp3,78 triliun.