SEGERA Ajukan! BLT Dana Desa Rp600 Ribu Cair Lagi 2021, Ini Cara Dapat Bantuan

SEGERA Ajukan! BLT Dana Desa Rp600 Ribu Cair Lagi 2021, Ini Cara Dapat Bantuan

Selasa, 05 Januari 2021

Belajardirumah.org -  Banyak bantuan yang berlanjut di tahun 2021 ini, salah satunya yakni BLT Dana Desa Rp600 ribu per bulan. Pada penghujung tahun 2020, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengumumkan akan memberikan BLT Dana Desa Rp600 ribu


Berdasarkan laporan Kemendes PDTT sebanyak 74.311 Desa sudah menerima BLT Dana Desa tersebut atau 99,14 persen dari total target yang ditentukan.


Jadi masih ada 642 Desa yang dilaporkan belum menyalurkan BLT Dana Desa tersebut. Untuk itu BLT Dana Desa dilanjutkan pada 2021.


BLT Dana Desa merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan daya beli dan daya ungkit ekonomi masyarakat desa. Besaran anggaran yang telah disiapkan pada tahun 2021 yakni sebesar Rp14,4 triliun.


Tak hanya itu, BLT Dana Desa juga bisa digunakan untuk kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) yang dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa, serta berbagai program sosial untuk mendukung jaring pengaman sosial bagi masyarakat perdesaan.


Dalam pengawasan penyaluran BLT Dana Desa, merujuk pada Permendesa Nomor 6 Tahun 2020. Prosedur dimulai dari pendataan dilakukan oleh Relawan Covid-19 di level RT kemudian dibawa ke Musyawarah Desa Khusus untuk menentukan Keluarga Penerima Manfaat yang kemudian disahkan oleh Kepala Daerah, kemudian disalurkan.


Terkait pengaduan atau laporan masyarakat terkait penyalurannya, Kemendes PDTT terjun langsung untuk mengecek fakta di lapangan dan pendataan ulang. Jika ada kesalahan, maka dilakukan investigasi jika BLT ini diberikan kepada yang tidak berhak.


Masing-masing penerima nantinya akan mendapatkan dana bantuan sebesar Rp600 ribu per keluarga selama tiga bulan.


Menurut Asisten Deputi Pemberdayaan Kawasan dan Mobilitas Spasial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Herbert Siagian menyatakan bahwa BLT-DD merupakan salah satu kebijakan prioritas pemanfaatan Dana Desa (DD) pada tahun anggaran 2020.


"Karena itu kita harus betul - betul  memanfaatkan waktu satu bulan ke depan ini untuk mempercepat penyaluran BLT-DD, khususnya kepada Desa-Desa yang belum salur," ujarnya saat memimpin Rakor Eselon II tentang Evaluasi Awal Pelaksanaan Dana Desa, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), Penyetaraan Penghasilan Tetap (Siltap), serta Persiapan Pelaksanaan dan Pemanfaatan Dana Desa Tahun 2021 di Swissbell Inn Hotel International, Kemayoran, Jakarta, Senin 30 Desember 2020.


Untuk alokasi Dana Desa tahun 2020, dirinya menyebut berdasarkan PMK 50/2020 jumlahnya mencapai Rp. 71,19 T untuk 74.953 desa. Kendati tercatat masih ada 62 desa yang belum salur Dana Desa.


Karena hal tersebut, BLT Dana Desa bisa kembali disalurkan pada tahun 2021, hal ini juga telah dikonfirmasi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, J. Aries Calfat yang turut mengungkap bahwa telah dilakukan penyempurnaan terhadap formulasi penyaluran Dana Desa tahun 2021.


Pertama, untuk Alokasi Dasar (AD) Dana Desa tahun 2021 terjadi pengurangan dari 69% pada 2020 menjadi 65% di 2021. Formulasi tersebut dibagi secara merata kepada setiap Desa berdasarkan kluster jumlah penduduk.


Kedua, alokasi formulasi berdasarkan jumlah penduduk Desa, angka kemiskinan Desa, luas wilayah Desa, dan tingkat kesulitan geografis Desa, naik dari 28% menjadi 31%.


Ketiga, alokasi afirmasi dibagi secara proporsional kepada Desa tertinggal dan Desa sangat tertinggal yang mempunyai jumlah penduduk miskin tinggi, mengalami penurunan namun tidak signifikan dari 1,5% menjadi 1%.


Keempat yaitu alokasi kinerja yang diberikan kepada Desa-Desa yang dinilai memiliki kinerja terbaik. Jumlahnya mengalami kenaikan dari 1,5% menjadi 3%.


"Untuk alokasi kinerja tahun depan akan diberikan kepada Desa dengan kinerja baik sebanyak 10% dari total Desa. Penilaiannya kita lihat dari pengelolaan keuangan Desa, pengelolaan Dana Desa, capaian atau output Dana Desa, dan outcome Dana Desa," tutur Aries.


Selanjutnya, dalam mekanisme Dana Desa di tahun 2021 ditegaskan Dana Desa tetap diprioritaskan penggunaannya untuk jaring pengaman sosial yaitu Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).


Pada kesempatan yang sama, Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Desa pada Direktorat Fasilitasi Keuangan dan Aset pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Farida Kurnianingrum juga mengungkapkan bahwa masih banyak daerah yang belum dapat memenuhi kebutuhan anggaran penghasilan tetap.


Untuk tahun 2021, kata Aries, tidak ada anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) Khusus seperti tahun 2020.


"Oleh karena itu diperlukan optimalisasi APBD untuk pemenuhan kebutuhan tersebut sesuai PP 11/2019," pungkasnya.


Bagi anda yang ingin mendapatkan BLT Dana Desa tersebut, cara daftarnya sangat mudah yaitu dengan segera lapor dan tanyakan ke aparat desa setempat masing-masing.


Namun ada syarat khusus bagi warga yang ingin mendapatkan program BLT Dana Desa ini, yaitu Anda belum menerima Jaring Pengaman Sosial lain seperti Program Keluarga Harapan atau Bantuan Sosial (bansos). (Sumber : pikiran-rakyat)