Bapak Ibu Guru, Tolong Catat! Mendikbud Nadiem Minta Segera Lakukan PTM: Tak Perlu Menunggu Juli 2021 -->

Bapak Ibu Guru, Tolong Catat! Mendikbud Nadiem Minta Segera Lakukan PTM: Tak Perlu Menunggu Juli 2021

Senin, 05 April 2021

Belajardirumah.org - Jakarta, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan yakni guru dan tenaga pendidik yang sudah divaksinasi untuk segera memenuhi daftar periksa dan melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.


“SKB ini sudah berlaku. Tidak perlu menunggu Juli 2021 untuk melakukan PTM terbatas,” tekan Mendikbud Nadiem dalam keterangannya, dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Senin malam (5/4/2021).


Tak hanya itu, bahkan Mendikbud juga menyampaikan kepada satuan pendidik dan tenaga pendidik yang belum divaksinasi tetap diperbolehkan melakukan PTM terbatas.


"Selama mengikuti protokol kesehatan dan sesuai izin pemerintah daerah," tegasnya.


Perlu diketahui, Krmendikbud mencatat dua puluh dua persen sekolah telah melakukan PTM terbatas hingga saat ini.


Dimana PTM tersebut telah menunjukkan hasil praktik yang baik.


Salah satunya diutarakan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jumeri.


Dimana SDN 03 Pontianak Selatan telah melakukan PTM terbatas dengan praktik baik.


Pihak SDN 03 mempersiapkan prosedur operasional standar (POS) PTM terbatas, melakukan pemenuhan daftar periksa (menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun, melakukan kerja sama dengan Puskesmas, membeli thermo gun, pendataan penyakit bawaan warga sekolah, dst.), memperbanyak imbauan 4M di lingkungan sekolah, memberitahukan rencana PTM terbatas kepada RT, Kelurahan, dan Babinkamtibnas, melaporkan perkembangan kesiapan uji coba PTM terbatas pada dinas pendidikan (disdik) Kota Pontianak.


Pihak sekolah juga mengimbau setiap guru untuk melakukan rapid test secara berkala, mendata dan memastikan bahwa siswa dan guru yang sakit atau merasa tidak enak badan untuk tidak sekolah, selalu menerapkan protokol kesehatan, memastikan tidak ada yang masuk ke lingkungan sekolah tanpa izin dari keamanan sekolah, mengecek suhu setiap warga sekolah yang datang dan pergi.


Dalam hal pembagian rombongan belajar, SDN 03 Pontianak Selatan juga menerapkan maksimal 50 persen kapasitas per kelas sehingga dalam satu rombongan belajar terdapat dua kelompok belajar. 


Masing-masing rombongan belajar melakukan PTM terbatas sebanyak dua kali dalam satu minggu. 


“Siswa dengan nomor absen 1-16 masuk di hari Senin dan Rabu, siswa dengan nomor absen 17-32 masuk di hari Selasa dan Kamis,” tutur Jumeri.


Dalam satu kali pertemuan, berlangsung selama 3 jam dari pukul 07.00–10.00 WIB sehingga setiap siswa melakukan PTM terbatas sebanyak 6 jam dalam satu minggu. 


“Jam masuk dibuat selang seling dengan jeda beberapa menit agar ketika pulang tidak terjadi penumpukan,” kata Jumeri.


Dalam hal mengombinasikan PTM terbatas dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ), SDN 03 Pontianak Selatan melakukan PJJ secara daring melalui grup Whatsapp untuk memberikan materi kepada kelompok belajar yang pada hari tersebut tidak giliran masuk ke sekolah. 


Pembahasan tugas dilakukan di ruang kelas bagi yang giliran masuk dan lewat aplikasi Zoom bagi yang giliran PJJ. 


Selanjutnya, hari Jumat digunakan untuk melakukan evaluasi PTM terbatas pada setiap minggunya.


Selain itu, sekolah lain yang telah membagikan praktik baik dalam PTM terbatas adalah SMA Negeri 9 Bengkulu Selatan. 


SMA Negeri 9 Bengkulu Selatan selalu mengingatkan keseluruh pendidik dan peserta didik untuk patuh pada protokol kesehatan, tidak membuka kantin dan tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan, 


"Mereka elalu mengingatkan peserta didik untuk jaga iman, aman dan imun, melakukan pembiasaan hidup bersih dengan rajin cuci tangan dan tidak ada jam istirahat," papar Jumeri.







Kemudian contoh praktik baik dari SMAN 9 Bengkulu Selatan dalam pembagian rombongan belajar, rombongan belajar dibagi menjadi 2 shift yaitu pagi dan siang dengan jadwal per tingkat. 


Senin dan Kamis untuk kelas XII, Selasa dan Jumat untuk kelas XI, serta Rabu dan Sabtu untuk kelas X.


Dalam satu minggu, siswa melakukan PTM terbatas dengan total 4 jam 30 menit. Karena jam belajar tatap muka yang berkurang, maka ditambahkan PJJ dengan memberikan tambahan materi menggunakan berbagai platform yang dikuasai guru seperti Google Classroom, Whatsapp, dan lainnya. 


“Saya yakin banyak praktik baik lain dari sekolah di daerah-daerah lain dalam mempersiapkan PTM terbatas pada era kebiasaan baru,” pungkas Jumeri.


sumber ; www.industry.co.id


Demikian info yang dapat kami sampaikan.