Hujan Tangis Warnai Tabur Bunga KRI Nanggala-402 Menemukan Kejanggalan, Bupati Ipuk Ikut Berduka, Semoga Husnul Khotimah -->

Hujan Tangis Warnai Tabur Bunga KRI Nanggala-402 Menemukan Kejanggalan, Bupati Ipuk Ikut Berduka, Semoga Husnul Khotimah

Minggu, 02 Mei 2021

Belajardirumah.org - TNI Angkatan Laut dan keluarga kru KRI Kapal Selam KRI Nanggala-402 menggelar tabur bunga di Perairan Selat Bali. Suasana haru dan tangis pun pecah di atas kapal KRI Suharso. 


Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani turut merasakan duka yang mendalam atas insiden yang merenggut 53 nyawa anak bangsa yang hebat ini.


Keluarga dari seluruh kru Nanggala, istri, anak, dan orangtua diundang. Terdapat sekitar 150 orang keluarga korban yang berkumpul di KRI dr. Soeharso menjalani prosesi tabur bunga.


"Kita semua merasakan duka. Setiap membaca berita tentang KRI Nanggala, juga dalam doa-doa, tanpa sadar kita ikut menitikkan air mata," ujar Bupati Ipuk kepada wartawan.


Tak hanya Ipuk, hadir pula Wakil Bupati Sugirah, Ketua DPRD Banyuwangi, Made Cahyana Negara, Kapolresta Kombes Arman Asmara Syarifudin dan Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto.


Ipuk yakin, 53 kru kapal selam KRI Nanggala-402 adalah patriot bangsa dan mendapatkan tempat termulia di sisi Tuhan.


"InsyaAllah, para patriot bangsa di KRI Nanggala-402 sudah berada di tempat termulia disisi Allah SWT, Tuhan yang maha Kuasa," tambahnya.


Kepada keluarga Kru Kapal Selam KRI Nanggala-402, pihaknya berharap agar tetap tegar dan selalu tabah dan kuat.


"Ibu-ibu yang tegar dan hebat anak anak yang tabah dan kuat. Sosok sosok yang meskipun dalam mendalam akan tetap mampu melangkah melanjutkan hiidp meneruskan segala dia dan cita-cita almarhum para patriot bangsa di KRI Nanggala-402," pungkasnya.


Prosesi tabur bunga yang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono itu diwarnai hujan tangis dari keluarga korban.


Bahkan Yudo beserta istri terlihat tak kuasa untuk menahan tangis. Terlihat terdapat keluarga korban yang jatuh pingsan saat menjalani prosesi tabur bunga.


Para keluarga korban berusaha saling menguatkan satu sama lain. Ada yang memanjatkan doa, ada yang terpaku, ada pula yang berusaha kuat.


"Di sini kami mengajak seluruh keluarga agar tahu di mana lokasi kapal Nanggala tenggelam," kata Yudo.


KRI Nanggala-402 beserta 53 personel yang on board mengalami musibah tenggelam pada melaksanakan Latihan Kesenjataan KRI, Rabu (21/4), dan ditemukan pada kedalaman 838 meter pada posisi 074856,7 derajat, 48 menit, 56 detik Selatan dan 114 derajat, 51 menit, 20 detik Timur.


Laksamana Yudo mengatakan tetap akan berupaya keras untuk dapat mengangkat badan kapal selam.


"Kami tetap berupaya keras untuk melakukan evakuasi. Kapal-kapal pencari masih ada di lokasi," kata Yudo.


Beberapa kapal pencari seperti KRI Rigel, MV Swift Rescue dari Singapura masih berada di lokasi untuk melakukan pencarian.


"Sebentar lagi juga ada bantuan dari kapal dari China yang bisa mencari hingga kedalaman seribu meter. Saat ini sedang dalam perjalanan," tambah Yudo.


Selain tabur bunga TNI AL dan keluarga korban juga salat jumat berjemaah di KRI Soerharso. Setelah itu mereka memanjatkan tahlil dan doa untuk para awak kru Nanggala 402.


sumber ; news.detik.com