INILAH 4 Kejadian yang Bikin Nangis Dalam Seleksi PPPK Guru 2021. Nomor 3 Paling Bikin Nyesek dan Mengelus Dada -->

INILAH 4 Kejadian yang Bikin Nangis Dalam Seleksi PPPK Guru 2021. Nomor 3 Paling Bikin Nyesek dan Mengelus Dada

Sabtu, 18 September 2021

Belajardirumah.org -  Sejumlah fakta unik, menarik dan haru terjadi dalam proses Seleksi PPPK Guru (P3K) yang berlangsung pada tanggal 15-17 September 2021.


Dalam pelaksanaan ujian seleksi PPPK (P3K) Tahap pertama, sejumlah kejadian unik dan harus terjadi di sejumlah daerah. Mulai dari guru yang sudah berusai 57 tahun yang gagal memenuhi passing grade, hingga ada guru yang harus digendong ke ruangan ujaian.


Berdasarkan Keputusan Menteri Pan-RB Nomor 1127, para guru yang mengikuti seleksi PPPK (P3K) 2021 harus memenuhi passing grade yang telah ditetapkan


Yaitu, Seleksi kompetensi manajerial 130, dengan nilai kumulatif maksimal 200. Seleksi kompetensi sosial kultural sebesar 130, dengan nilai kumulatif maksimal 200. Seleksi wawancara, nilai ambang batasnya sebesar 24, dengan nilai kumulatif maksimal 40.


Berikut kejadian unik, menarik dan haru yang terjadi selama pelaksanaan ujian PPPK (P3K) Guru.


1. Imas Kustiani S.Pd, Tetap Ikut Seleksi PPPK Guru Meski Sedang Sakit Stroke


Seorang guru yang sudah berusia 53 tahun, Imas Kustiani S.Pd tetap memutuskan mengikuti ujian seleksi PPPK (P3K) Guru 2021 meski dengan menderita stroke.


Imas Kustiani merupakan guru honorer K2 di SDN Wancimekar 1 Desa Wancimekar Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang.


Karena menderita storek, dirinya bahkan harus digendong ke ruang ujian. Meski begitu, dirinya bersyukur bisa mengikuti ujian seperti peserta yang lain.


2. Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Beth Lun Lembudud Ikut Tes PPPK di Usia 53 Tahun


Seorang guru yang sudah berusia sepuh juga mengikuti ujian PPPK Guru di Kabupaten Nunukan.


Guru tersebut bernama Beth Lun Lembudud, yang sudah berusia 53 tahun.


Dirinya, tercatat sudah 2 kali mengikuti seleksi CPNS yakni tahun 2013 dan 2015, namun gagal.


Tahun ini dirinya berharap bisa lulus seleksi PPPK Guru 2021.


3. Gagal Seleksi PPPK, Guru 57 Tahun ini Harus Kubur Impian Jadi Pegawai Pemerintah


Seorang guru yang sudah sepuh harus memendam mimpinya untuk bisa menjadi pegawai pemerintah lewat seleksi PPPK Guru karena gagal memenuhi passing grade yang sudah ditetapkan.


Guru yang sudah berusia 57 tahun di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur sudah puluhan tahun menjadi guru honorer.


Kisah guru yang gagal memenuhi passing grade tersebut dibagikan oleh akun Instagram Bintu Nahl yang memposting surat terbuka Kepada Mendikbud Ristek Nadiem Makarim.


Surat tersebut ditulis oleh Novi Kassifa yang merupakan pengawas Ruang PPPK TUK SMKN 1 Praya, tepat sang guru melaksanakan ujian seleks PPPK.


"Akhirnya, PASSING GRADE pun tak diraih. Pecahlah tangis beliau di dalam hati. Terlihat jelas ketika nilai-nilai itu terpampang dilayar monitor. Beliau terdiam seribu bahasa," demikian salah satu bagian dari isi surat tersebut.


"Entahlah apa yang ada di dalam fikirannya. Melihatnya, siapapun akan ikut tersiak," tambahnya.


4. Tak Punya Uang, Peserta Ujian Seleksi PPPK Guru Ikat Celana Pakai Tali Rafia


Sebuah foto yang berasal dari kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bandung viral di sosial media.


Foto tersebut memperlihatkan seorang peserta ujian seleksi PPPK Guru harus menggunakan tali rafia untuk mengikat celanannya karena tidak punya uang membeli ikan pinggang.


Dalam foto yang berasal dari Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bandung itu, tampak seorang pria tengah mengikatkan rafia di celananya yang longgar. Kemeja putihnya pun lusuh dan warnanya tidak putih lagi.


Foto itu langsung menyebar cepat. Sontak banyak guru honorer K2 maupun nonkategori yang ikut seleksi PPPK 2021 merasa terharu dan histeris. Mereka memviralkan foto tersebut.