Mendikbud Nadiem Beri Tambahan Nilai Afirmasi 100 Persen untuk Guru Honorer Usia di Atas 50 Tahun, Alhamdulillah SELAMAT -->

Mendikbud Nadiem Beri Tambahan Nilai Afirmasi 100 Persen untuk Guru Honorer Usia di Atas 50 Tahun, Alhamdulillah SELAMAT

Jumat, 08 Oktober 2021

Belajardirumah.org - Pemerintah mengumumkan sebanyak 173.329 guru honorer lolos seleksi pertama guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021.


Seleksi PPPK ini merupakan bukti komitmen kuat dari pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru honorer sekolah negeri.


Di samping itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menyebut Panselnas akan memberikan afirmasi tambahan seleksi guru PPPK.


Hal itu disampaikan Mendikbudristek dalam pengumuman hasil seleksi kompetensi guru ASN PPPK yang dipantau di Jakarta, Jumat, 8 Oktober 2021.


“Saya sangat bahagia bahwa Panselnas telah memberikan afirmasi tambahan,” ujar Nadiem.


Lebih lanjut, Nadiem menerangkan Kebijakan afirmasi tersebut adalah sertifikat pendidik, yakni 100 persen dari nilai maksimal kompetensi teknis.


Adapun untuk usia di atas 35 tahun mendapat 15 persen dari nilai maksimal kompetensi teknis, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Antara,


Sementara untuk penyandang disabilitas, akan mendapat 10 persen dari nilai maksimal kompetensi teknis, dan guru honorer THK-II 10 persen dari nilai maksimal kompetensi teknis.


Kemudian, untuk jenis penyesuaian, yakni nilai ambang batas untuk usia di atas 50 tahun 100 persen dari nilai maksimal kompetensi teknis dan 10 persen dari nilai maksimal manajerial sosiokultural dan wawancara. Sementara semua peserta seleksi 10 persen nilai maksimal kompetensi teknis.


“Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), status kepegawaian ini akan memberikan perlindungan kepada guru honorer dan mengangkat derajat guru sebagai profesi mulia dan terhormat,” kata Nadiem.


Dia menambahkan dengan status sebagai ASN PPPK, guru honorer yang diangkat juga akan memiliki kesempatan lebih banyak untuk mengikuti program peningkatan kompetensi.


Sehingga ke depannya, dia mengatakan hal itu akan berimbas pada peningkatan kualitas pengajaran yang diterima siswa.


Demikian pula, Mendikbudristek menjelaskan bahwa pemerintah pusat sebelumnya sudah menyediakan 1.002.616 formasi untuk guru ASN PPPK.


Dari kuota tersebut, pemerintah daerah kemudian mengajukan sekitar 506.252 formasi yang disepakati dengan pemerintah pusat.


“Ini merupakan hari bersejarah buat kita semua. Ini baru tahap pertama, dan akan ada tahap kedua dan ketiga. Ini baru proses pengangkatan guru PPPK,” kata Nadiem.


Bagi guru honorer yang belum lolos pada tahap pertama, lanjut Nadiem, pemerintah memberikan tiga kali kesempatan ujian untuk guru honorer. Guru honorer yang belum beruntung tersebut bisa mengikuti ujian pada tahun ini atau tahun depan.


“Bagi guru honorer yang lolos passing grade, tapi tidak mendapatkan formasi pada tahap pertama, pada tahap kedua dan ketiga akan ada optimalisasi formasi yang mendukung dan membantu guru tersebut menemukan formasi,” kata Nadiem.


Sementara bagi guru yang lolos passing grade, bisa mengikuti registrasi tahap kedua dan ketiga tanpa mengikuti tes lagi. Tapi, diperbolehkan jika ingin mengikuti tes seleksi lagi.


Untuk hasil seleksi PPPK ini dapat diakses melalui https://gurupppk.kemendikbud.go.id/hasil_tahap1/ yang sudah bisa diakses mulai pukul 12.00 WIB. Sumber ; pikiran-rakyat.com