Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Kabar Gembira untuk Guru di Awal Juni 2022, Langsung dari Kemendikbud dan Menkeu, Semua Sujud Syukur..

Belajardirumah.org - Alhamdulillah kabar gembira! Terdapat tiga kabar gembira bagi guru tahun 2022. Kabar tersebut disampaikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Menteri Keuangan (Menkeu).

Kabar gembira untuk guru pada tahun 2022 yang akan dibahas, mengenai tahap optimalisasi formasi, gaji serta jam mengajar.

Inilah 3 kabar gembira untuk guru, berdasarkan peraturan yang sudah ditetapkan.

1. Ada Tahap Optimalisasi Formasi Setelah Seleksi Tahap 3 PPPK

Terkait hal ini, penjelasan untuk yang lulus dan dan memenuhi Passing Grade. Namun, belum mendapat formasi hingga di tahap 3, terdapat alternatif lain.

Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim menyatakan terkait adanya ronde ketiga.

"Lalu setelah itu misalnya tidak lulus di ujian ke dua bisa ujian ketiga. Di ronde ketiga ini, seluruh peserta dapat melamar pada formasi lintas daerah yang belum terisi," ujarnya.

Bagi yang sudah lulus, bebas memilih lintas daerah. Hal tersebut ditujukan untuk optimalisasi pengisian formasi kosong.

"Jadi mereka benar-benar bebas memilih lintas daerah. Setelah itu adapun setelah ujian ketiga, kita akan melakukan optimalisasi pengisian formasi kosong," ujarnya

"Jadi ini ada banyak tahap-tahapnya bapak ibu, dimana kita akan terus mencoba mengisi kekosongan ini. Depannya ada lagi, proses lagi," tambahnya.

Berdasarkan penjelasan dari Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, jika tidak lulus tahap tiga seleksi PPPK, masih ada senjata pamumgkas.

Adapun hal tersebut adalah, Kementerian akan melakukan optimalisasi pemenuhan formasi.

2. Peparan Menteri Keuangan tentang Gaji PPPK

Menteri Keuangan, memeparkan mengenai gaji PPPK. Mengenai pencadangan untuk gaji ASN.

"Tahun 2021 ini telah dicadangan Rp1,46 Trilliun untuk gaji ASN pusat maupun yang baru," ujarnya.

Artinya, nantinya ini kalau, para guru honorer yang sudah diterima akan menjadi guru PPPK, maka akan mendapatkan gaji sebagai ASN dan tunjangan kinerja dan sejenisnya, untuk guru," tambahnya.

Tak hanya itu, terdapat pula tunjangan untuk Guru PPPK yang sudah menikah. Total memiliki dua anak.

"Termasuk yang dalam hal ini, Sebesar Rp4.060.490 bagi guru yang menikah dan yang memiliki dua anak dari sisi total tunjangan kinerjanya,"ujarnya.

Bicara tentang PPPK baik dari kalangan struktural maupun fungsional diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 98 Tahun 2020

Peraturan tersebut, tentang Gaji Dan Tunjangan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja

Dalam aturan ini diatur tentang rincian gaji. Guru PPPK dari golongan IX memperoleh gaji pokok Rp2.966500 mulai dari nol tahun.

Tunjangan termuat dalam pasal 4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1, diberikan tunjangan sesuai tunjangan Pegawai Negeri Sipil pada Instansi Pemerintah tempat PPPK bekerja.

Tunjangan yang dimaksud

1. Keluarga (satu istri dua anak)

2. Pangan

3. Fungsional dan tunjangan lainnya

3. Jam Mengajar

Guru sertifikasi disekitar 2.500 Sekolah Penggerak yang hanya memenuhi 18 JP tidak perlu mencari tambahan jam di sekolah lain, karena diakui 24 JP.

Perlu dipahami di Sekolah Penggerak. Hal tersebut sudah ada dalam Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi Nomor 371/M/2021 tentang Program Sekolah Penggerak

Dalam hal masih terdapat guru tidak dapat memenuhi ketentuan paling sedikit 24 jam tatap muka per-minggu berdasarkan struktur kurikulum Program Sekolah Penggerak.

Guru tersebut diakui 24 jam tatap muka per-minggu, jika ada kurikulum 2013 telah memenuhi paling sedikit 24 jam tatap muka per minggu. Sumber : pikiran-rakyat.com