Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Baru, Kabar Gembira Dana BOS Tahun 2023, ini Kebijakannya dari Kemdikbud, Ada Pemotongan Jika Begini

Belajardirumah.org - Terdapat kabar gembira mengenai dana BOS tahun 2023, resmi dari Kemdikbud. Di mana, kabar gembira dana BOS tahun 2023 dari Kemdikbud tersebut, merupakan sebuah kabar terbaru.

Dikatakan bahwa ada kebijakan dana BOS tahun 2023 yang diberlakukan oleh Kemdikbud, maka simak artikel ini hingga selesai.

Ada beberapa hal yang sangat mencolok perbedaannya dengan dana BOS tahun sebelumnya yakni tahun 2022.

Hal tersebut berdasarkan paparan dari 'Sosialisasi Rancangan Kebijakan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan' untuk tahun 2023.

Salah satu narasumbernya adalah Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Iwan Syahril.

Adapun pelaksanaan webiner ini dilakukan pada hari Kamis, 22 Desember tahun 2022. Pertama, untuk tahun 2023 ada kenaikan besaran dana BOS, ada kenaikan besaran total.

Disebutkan bahwa pada tahun 2023, pemerintah menyediakan anggaran dana BOS sebesar Rp59.08 Triliun meningkat 0,5% dari tahun 2022 (Rp58,79 Trilliun).

Kedua, mekanisme penyaluran dana BOS reguler. Perlu diketahui bahwa sebelum 2022 pencarian dana BOS ada empat tahap, tahap 1, 2, 3 dan 4.

Tahun 2022 penyaluran dana BOS menjadi tiga tahap, yakni tahap 1 30%, tahap 2 40%, tahap 30%.

Sementara untuk tahun 2023, hanya dua tahap saja, yaitu tahap 1 50% yang paling cepat disalurkan bulan Januari. Tahap 2 50% paling cepat disalurkan bulan Juli.

Dikatakan bahwa mekanisme penyaluran dana BOS reguler dilakukan secara langsung dari RKUN ke rekening satuan pendidikan dalam 3 tahap, mulai 2023 penyaluran dilakukan dalam 2 tahap.

Selanjutnya untuk pelaporan dana BOS ada perbedaan antara tahun 2022 dengan tahun 2023.

Pelaporan dana BOS tahun 2022, menjadi syarat penyaluran. Misal laporan tahap 1 menjadi syarat penyaluran tahap 2 dan seterusnya.

Lalu, untuk tahun 2023 laporan tiap tahapan menjadi syarat penyaluran:

1. Laporan keseluruhan tahun 2022 menjadi syarat penyaluran tahap 1 TA 2023.

2. Laporan tahap 1 menjadi syarat penyaluran tahap 2 tahun 2023 dan minimal telah merealisasikan paling sedikit 50% dari dana yang diterima pada tahap 1.

Pada tahun 2022 laporan masih menggunakan dua kanal, yaitu laman bos.kemdikbud.go.id atau aplikasi RKAS. Tahun 2023 hanya melalui aplikasi RKAS.

Penyampaian laporan tahun 2022, laporan tahap 1 batas 31 Juli, tahap 2 batas 31 Oktober, tahap 3 batas 31 Januari tahun berikutnya.

Sementara penyampaian laporan tahun 2023 tahap 1 batas 31 Juli, tahap 2 batas 31 Januari tahun 2024.

Disebutkan juga ada skema pemotongan bagi sekolah yang terlambat menyampaikan laporan, sekitar 2-4%.

Disebutkan bahwa maksimal tahap 1 adalah bulan Juli, jika sudah masuk Agustus akan dipotong 2%, masuk September dipotong 3% dan seterusnya. Sistem ini berlaku pada tahap 2 sesuai batas penyampaian laporan.***