Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SEGERA Bersiap Honorer Kategori Ini Akan Persiapkan Berkas Pengangkatan Tahun 2023 DPR RI Kini Berikan Dukungan Penuh

Belajardirumah.org -  Kembali lagi kabar baik bagi para honorer dimanapun berada  Resmi tahun 2023 melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB) bahwa tenaga honorer akan dihapuskan.

Namun tentunya untuk menetapkan penghapusan tenaga honorer ini pemerintah harus mencarikan solusi.

Solusi yang tepat mengatasi penghapusan tenaga honorer adalah dengan mengangkat semua honorer menjadi ASN atau PNS.

Nah akan tetapi dengan adanya rencana pengangkatan honorer jadi ASN ini timbul pertanyaan.

Apakah semua tenaga honorer akan diangkat jadi ASN? Simak penjelasannya sampai selesai.

Atau justru sebaliknya tenaga honorer akan dirumahkan.

Berbagai pertanyaan timbul dimasyarakat terkait dengan bagaimana nasib tenaga honorer kedepan.

Namun kini ada Kabar gembira untuk para tenaga honorer dengan kategori tertentu.

Nihayatul Wafiroh, selaku anggota DPR Komisi IX, ia menginginkan agar pemerintah menetapkan tenaga honorer menjadi ASN sebagai bentuk pengakuan kontribusi mereka.

Nihayatul menginginkan pemerintah memiliki kewenangan untuk mengangkat tenaga honorer menjadi ASN, baik itu PPPK maupun Pegawai Negeri Sipil.

Nah tenaga honorer yang dimaksud Nihayatul Wafiroh, anggota DPR Komisi IX adalah tenaga kesehatan.

Nihayatul mengakui tenaga kesehatan honorer yang memberikan bantuan signifikan kepada Indonesia sepanjang wabah covid lalu.

Bahkan mereka ada yang tidak tidur dan bekerja terus menerus sampai beberapa hari.

Nihayatul meminta agar tenaga kesehatan honorer diprioritaskan, sehingga pemerintah mengangkat mereka menjadi ASN.

Oleh karena itu, pengangkatan tenaga kesehatan honorer menjadi ASN merupakan reward untuk membuat kehidupan mereka lebih terjamin.

" Nah ini menjadi PR (pekerjaan rumah) bersama bagaimana terutama tenaga kesehatan yang ada ini bisa di-cover. Karena memang kondisi yang ada kemarin Covid-19 cukup lama dan tenaga kesehatan kita banyak yang meninggal. Jadi, ini kesempatan buat kita untuk memberikan reward kepada tenaga kesehatan kita agar mereka bisa kesejahteraannya lebih terjamin. Kita bisa mengangkat mereka menjadi paling tidak ASN atau P3K. Nanti ini juga berlaku untuk PLKKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana)" ujar Nihayatul.

Nihayatul sebagai anggota Dewan menginginkan formasi ASN yang ada saat ini dapat terinformasi dengan baik.

Sehingga tidak terjadi tumpang tindih dengan kebutuhan di lapangan.

Nihayatul berpendapat bahwa karena APBN, provinsi, dan BLUD membayar gaji tenaga honorer, pemerintah harus dapat diakses dan berfungsi sebagai saluran untuk kebutuhan mereka.

" Honorer itu kan biayanya (berasal) dari APBN, ada dari provinsi, ada dari BLUD dan sebagainya. Nah ini yang harus kita jembatani kebutuhannya seperti apa," Ungkap Nihayatul.

Yang jelas sebenarnya formasi-formasi ini memang harus kita formulasikan dengan baik.

Sehingga, sesuai dengan kebutuhan, dan tidak tumpang tindih.

"Jangan sampai juga kita membuka lowongan banyak pekerjaan, (tapi) kita mengambil yang baru dan melupakan yang lama," sambungnya.

Atau malah mempertahankan yang lama dengan kualitas yang tidak bagus, sehingga melepaskan yang baru dengan kualitas yang lebih bagus.

Selain memprioritas tenaga kesehatan honorer yang sudah lama mengabdi menjadi ASN.

Komisi IX juga masih melihat tentang persoalan lain dengan perencanaan pemberhentian tenaga honorer pada November 2023.

Secara spesifik, ada ketidaksesuaian antara kebutuhan masyarakat dengan posisi PPPK yang terbuka.

Persoalan ini menjadi catatan bagi Komisi IX untuk diberikan kepada pemerintah.

Demikian informasi terkait DPR RI beri dukungan tenaga honorer naik pangkat menjadi ASN.***